Arsip Tag: lebaran

Mendagri Minta Kepala Daerah Tetap Siaga Selama Libur Lebaran

Lingkar.co – Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah agar tetap berada di wilayah masing-masing selama periode menjelang hingga setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Arahan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026 mengenai penundaan perjalanan dinas ke luar negeri selama masa libur Lebaran. Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di Indonesia.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah diminta menunda perjalanan ke luar negeri pada periode 14 hingga 28 Maret 2026.

“Terkecuali kegiatan yang bersifat sangat esensial yang pelaksanaannya merupakan arahan Presiden atau untuk keperluan pengobatan,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Menurut Tito, kebijakan tersebut diterbitkan untuk memastikan pemerintah daerah tetap fokus menjalankan berbagai agenda penting menjelang dan selama libur Lebaran.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah mengantisipasi potensi peningkatan risiko keamanan dan keselamatan masyarakat selama masa libur Hari Raya. Kepala daerah juga diminta memperkuat koordinasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selain itu, pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. Pemantauan terhadap mobilitas masyarakat serta kesiapan layanan publik dinilai penting agar aktivitas selama periode tersebut berjalan lancar.

Pemerintah daerah juga diharapkan aktif memantau kondisi perekonomian daerah, khususnya terkait pengendalian inflasi yang kerap meningkat menjelang Hari Raya.

Di sisi lain, kepala daerah diminta memastikan berbagai kegiatan perayaan Idul Fitri di wilayahnya dapat terselenggara dengan baik dan tetap memperhatikan aspek ketertiban serta keamanan masyarakat.

Mendagri menegaskan kebijakan ini bertujuan memastikan para kepala daerah tetap berada di wilayah tugasnya sehingga dapat segera merespons berbagai kebutuhan masyarakat selama momentum Lebaran.

“Terhadap rekomendasi Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) atau izin ke luar negeri dengan alasan penting yang telah diterbitkan untuk tanggal keberangkatan dimaksud agar dilakukan pembatalan atau penundaan/penjadwalan ulang agenda kegiatan,” tuturnya.

Surat edaran tersebut juga ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Luar Negeri, serta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Penulis: Putri Septina

Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Pemkab Boyolali Kebutuhan Perbaikan Jalan

Lingkar.co – Menjelang arus mudik lebaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Boyolali mulai mengebut perbaikan ruas jalan yang rusak.

Kepala DPUPR Kabupaten Boyolali Yulius Bagus Triyanto mengatakan, untuk saat ini perbaikan diutamakan pada sembilan ruas jalan yang nanti dijadikan jalur mudik.

Dia menyebut, sembilan ruas jalan tersebut antara lain; ruas jalan Karanggede-Boyoromo sepanjang 850 meter, kemudian ruas jalan Bangak-Sambi-Simo sepanjang 11,945 kilometer, dan ruas jalan Simo-Tanjung-Klego sepanjang 11,585 kilometer.

Selanjutnya ruas jalan Mojosongo-Pasekan sepanjang 5,610 kilometer, ruas jalan Ampel-Jetis sepanjang 4,15 kilometer, dan ruas jalan Simo-Nogosari-Kaliyoso 15,165 kilometer. Kemudian Jalan Diponegoro sepanjang 1,65 kilometer, ruas jalan Ngangkruk-Dukuhan-Sanggung sepanjang 10 kilometer, ruas jalan Simo-Papringan 5,190 kilometer dan ruas jalan Mangu-Nogosari.

Yulius mengungkapkan, hingga saat ini progres pengerjaan perbaikan jalan rata-rata sudah mencapai 30-40 persen. Proyek ini akan dikebut dan ditargetkan akan selesai pada H-10 lebaran.

“Target selesai ini kan kita menyesuaikan dengan Operasi Ketupat Candi dari Polda, jadi kita H-10 lebaran harus sudah selesai.” ujar Yulius, Jum’at (6/3/2026)

Meninjau langsung proyek perbaikan jalan tersebut, Bupati Boyolali, Agus Irawan juga menyisir di beberapa lokasi. Pihaknya mengungkapkan, perbaikan jalan ini bertujuan agar warga dapat melaksanakan mudik dengan lancar dan nyaman.

“Harapannya untuk kenyamanan lalu lintas, kenyamanan warga, nanti untuk lebaran tahun ini bisa berjalan dengan baik.” ungkap Bupati saat meninjau di ruas jalan Cabean-Penggung.

Menanggapi hal tersebut, Joko, salah satu warga Candi Kidul yang membuka toko di sepanjang ruas jalan itu sangat berterimakasih kepada Pemkab Boyolali atas perbaikan jalan di daerahnya. Banyaknya jalan berlubang di wilayah tersebut sudah cukup parah dan berbahaya bagi pengendara yang melintas.

“Saya sebagai warga mengucapkan banyak-banyak terimakasih, dari dulu ya cuma kaya gini aja, sekarang ada perbaikan, ya terimakasih sekali.” kata Joko. (*)

Gelar 240 Operasi Pasar Hingga Lebaran, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pastikan Stok Pangan Aman dan Terjangkau

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menginstruksikan penguatan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Semarang Barat dan pasar pangan murah ‘Pak Rahman’ di Kecamatan Mijen, Jumat (6/3), Pemerintah Kota Semarang menargetkan pelaksanaan 240 operasi pasar hingga akhir Ramadan.

Menurut Agustina, langkah masif ini dijalankan Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bersama Satgas Pangan Kota Semarang dengan mengoptimalkan moda keliling “Pak Rahman atau Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman” dan “Kempling Semar”.

“Atas hasil koordinasi dengan Satgas Pangan, kami sepakat menambah jumlah operasi pasar yang selama ini dilakukan. Targetnya mencapai 240 titik hingga akhir bulan puasa ini. Armada kami bergerak setiap hari menyasar 3 sampai 4 lokasi untuk memastikan suplai bahan pangan langsung menjangkau masyarakat di tingkat bawah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan GPM Serentak tersebut, data penyaluran menunjukkan pergerakan logistik yang sangat besar. Di Kecamatan Semarang Barat, sebanyak 1,5 ton beras SPHP, 3 ton beras medium, 300 kg bawang putih, serta ratusan kilogram komoditas seperti gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam ras disalurkan dengan dukungan 23 mitra strategis. Sementara di Kecamatan Mijen, pasokan serupa digelontorkan dengan tambahan stok protein yang lebih komplit.

“Tim Kempling Semar ini bekerja sangat presisi. Di Mijen stoknya lebih lengkap karena permintaan warga akan daging dan ayam cukup tinggi. Berbeda dengan di Semarang Barat yang lebih fokus ke kebutuhan pokok dasar. Jarang sekali mereka membawa pulang barang sisa, semuanya habis terserap karena tim kami paham betul karakteristik kebutuhan warga di tiap titik,” ungkapnya.

Intervensi yang konsisten ini mulai menunjukkan dampak nyata pada harga komoditas hortikultura di pasar tradisional. Wali Kota memaparkan bahwa harga cabai yang sempat melambung di angka Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram, kini berhasil ditekan ke level Rp75.000 per kilogram melalui strategi potong jalur distribusi langsung ke produsen.

“Harapan kami ini terus dilakukan sehingga harga sembakonya stabil. Fluktuasi harga yang mempengaruhi inflasi di kota Semarang itu terjadi sepanjang tahun, bukan hanya jelang Lebaran. Maka dari itu, Satgas Pangan tidak pernah berhenti bergerak. Kami ingin masyarakat merasa tenang karena pemerintah hadir mengawal ketersediaan barang di pasar,” imbuhnya.

Agustina menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka inflasi hingga 2,1 persen di akhir tahun lalu menjadi motivasi untuk terus menjaga daya beli masyarakat. Dia berharap ekosistem pangan yang sehat ini dapat terus terjaga sehingga warga dapat merayakan hari raya dengan penuh kenyamanan tanpa terbebani lonjakan harga.

“Masa depan kesejahteraan warga salah satunya ditentukan dari keterjangkauan pangan. Tugas kami adalah memastikan akses pangan terbuka lebar dan harganya terukur bagi seluruh lapisan masyarakat Semarang,” pungkas Agustina. (Adv)

Tokoh Lintas Agama Jawa Tengah Apresiasi Semangat Kebersamaan Idulfitri

Lingkar.co Sejumlah tokoh lintas agama di Jawa Tengah mengapresiasi semangat kebersamaan yang terbangun dalam momentum perayaan Idulfitri. Hal itu disampaikan oleh para tokoh lintas agama saat menghadiri Open House Idulfitri 1446 H yang digelar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumarno di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Senin, 31 Maret 2025.

Menurut Uskup Agung Semarang, Romo Robertus Rubiyatmoko, Hari Raya Idulfitri yang dirayakan oleh umat muslim menjadi momentum tepat untuk refleksi dan memaknai kebersamaan sebagai bangsa Indonesia, dengan cara membangun kedamaian, persaudaraan, dan kekeluargaan, sehingga tercipta bangsa yang adem ayem.

“Kami sangat berterima kasih karena boleh membangun persahabatan dengan teman-teman dan saudara sekalian, serta bersama-sama membangun bangsa ini dalam kebersamaan. Kita bisa menciptakan bangsa ini yang adem ayem, di mana kita bisa tinggal bersama sebagai saudara,” katanya usai mengucapkan selamat merayakan hari kemenangan bagi seluruh umat muslim.

Kebersamaan itu, lanjut Romo Rubiyatmoko, telah membuat toleransi antarumat beragama di Jawa Tengah maupun Indonesia sangat luar biasa.

Bahkan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu terkesan dengan masyarakat yang sangat bersaudara dan akrab.

Romo Rubiyatmoko berharap kepada Gubernur Ahmad Luthfi untuk meneruskan suasana baik yang tercipta. Kemudian dikembangkan sehingga masyarakat semakin padu, satu, dan guyub rukun.

Baca Juga: Wagub Jateng Tegaskan Pergub Perda Pesantren Sudah Terbit, Berkah Lailatul Qodar

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono. Ia berterima kasih bisa ikut merayakan Hari Raya Idulfitri bersama umat muslim.

Ia yakin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dapat membawa Jawa Tengah lebih guyub dan lebih maju.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, Tri Wahono, menyampaikan Idulfitri tahun ini hampir bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Toleransi dan kebersamaan di Jawa Tengah semoga selalu terjaga dan dirawat dengan baik.

“Kita harus merawat bersama dan menjadikan pimpinan itu tauladan bagi kita semua. Harapan ke depan Jateng menjadi tauladan bagi kita semua,” katanya.

Adapun Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Jawa Tengah Pendeta, Yosua Wardoyo menegaskan, pada momentum perayaan idul Fitri ini menjadi momentum terbaik untuk seluruh umat beragama di Indonesia, dalam mengembangkan sikap persaudaraan, saling menerima, dan menghormati dalam menjalankan kebebasan beragama di Indonesia.

Pernyataan dari para tokoh lintas agama tersebut selaras dengan makna Idulfitri bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Luthfi mengatakan, idul fitri merupakan momen untuk refleksi bersama dalam rangka menyucikan diri.

“Mari bersama-sama dengan seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Jawa Tengah, untuk membangun diri untuk pembangunan Jawa Tengah. Terutama dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Menurut Luthfi, membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh partisipasi dari stakeholder, di antaranya akademisi, masyarakat, wirausaha, dan lainnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Gubernur Jawa Tengah Salat Id di Simpang Lima Semarang

Lingkar co Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Senin, 31 Maret 2025. Ahmad Luthfi berbaur dengan ribuan masyarakat yang melaksanakan salat.

Ahmad Luthfi tiba di lokasi sekira pukul 06.10 bersama putra bungsunya, Mohammad Alif Daffa. Mantan Kapolda Jateng itu berjalan menuju lokasi sembari mendorong kursi roda Alif. Ia langsung mengambil tempat di shaf paling depan berdampingan dengan putranya.

Salat Id dimulai sekira pukul 06.30. Bertindak sebagai imam adalah KH Zaenuri Ahmad. Beliau adalah imam Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Agung Jawa Tengah sekaligus pengasuh Ponpes Nurul Qur’ani. Sementara Ketua Baznas RI Noor Achmad sebagai khatib.

Setelah salat Id dan khotbah selesai, Ahmad Luthfi menyapa masyarakat. Ia juga melayani masyarakat yang meminta berjabat tangan dan berfoto.

“Salat Id ini pertama saat saya menjabai sebagai gubernur,” katanya.

Luthfi mengatakan, Idulfitri merupakan momen untuk refleksi bersama dalam rangka menyucikan diri. Sebagaimana hikmah Idulfitri yaitu kembali ke fitrah. Artinya, mari bersama-sama dengan seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Jawa Tengah, untuk membangun diri untuk pembangunan Jawa Tengah. Terutama dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kita membangun daerah tidak bisa sendiri, tentu harus melibatkan beberapa komponen partisipatif, di antaranya akademisi, komponen masyarakat, wirausaha, dan yang paling pokok adalah bagaimana kita menciptakan jaminan kepercayaan investor di wilayah Jawa Tengah sehingga tumbuh-kembangnya ini bisa bersama-sama,” tuturnya.

Seorang jemaah, Rindham Dimitri, mengaku senang dapat salat berjemaah dengan Gubernur Ahmad Luthfi. Apalagi ia dapat bertemu dan menyapa langsung.

“Sebagai warga Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, tentu sangat senang dapat salat Id bersama Pak Luthfi pada tahun pertamanya menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Pak Luthfi itu orangnya sederhana, merakyat, dan sumeh,” ujarnya. (*)

ASN Pemprov Jateng Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Lebaran

Lingkar.co – Jelang lebaran 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melarang ASN untuk menggunakan kendaraan dinas saat lebaran.

“Kita kebijakannya untuk tidak menggunakan fasilitas kantor. Ya (mobil dinas akan dikandangkan) seperti biasa,” ujar Sekda Provinsi Jateng, Sumarno.

Pihaknya juga menyebut, bahwa saat ini Pemprov Jateng juga telah mengedarkan surat edaran terkait pencegahan gratifikasi jelang hari raya 2025. Beleid bernomor 700.1/365 itu mengandung delapan poin, dan ditandatangani Sekda Jateng, pada 13 Maret 2025.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Klaim Jawa Tengah Bebas dari Premanisme Ormas

Sementara itu, Inspektur Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widianto membenarkan hal tersebut. Ia menegaskan, penggunaan mobil dinas hanya boleh digunakan untuk mendukung aktivitas kedinasan.

Dhoni menjelaskan, penggunaan mobil dinas selama masa mudik diperbolehkan, untuk mendukung tugas operasional dan kepentingan dinas.

Seperti kebutuhan pengamanan arus mudik dan balik pada Dinas Perhubungan, layanan kesehatan Dinas Kesehatan selama masa mudik.

“Mobil dinas kantor yang digunakan untuk kepentingan pribadi, mudik itu tidak boleh,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya bersama dinas terkait, akan melakukan pemantauan terhadap penggunaan mobil dinas.

“Pengawasan nanti paling gampang pada awal cuti, (mobil dinas) akan dikandangkan sesuai kebijakan Pak Sekda. Satpol PP akan mengajak inspektorat, memonitor masing-masing OPD, akan didata kendaraan dinas yang akan dikandangkan, atau yang berpotensi untuk digunakan operasional pengamanan mudik,” ujarnya.

Baca Juga: Sempat Dilarang, Bupati Pati Akhirnya Perbolehkan Pelaksanaan Takbir Keliling

Selain kendaraan dinas, terkait gratifikasi jelang hari raya, Dhoni mengatakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang menerima sesuatu yang menimbulkan konflik kepentingan dengan jabatan yang diemban.

Jika seseorang terlanjur menerima bingkisan, abdi negara bersangkutan harus melaporkan pada Unit Pengendalian Gratifikasi atau UPG.

Laporan dapat dilakukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan jangka 30 hari, atau pada UPG Jateng, dengan jangka 10 hari, sejak penerimaan atau penolakan tindak gratifikasi.

Tidak sekadar menjelang hari raya, pelarangan tersebut berlaku jika masih berstatus penyelenggara negara atau ASN. Peraturan ini, tidak memandang strata jabatan tertentu. (Hms)

Gerakan Pangan Murah di Rembang, Paket Sembako Rp 83 Ribu Dijual Rp 60 Ribu

Lingkar.co – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang menggelar Gerakan Pangan Murah di halaman parkir kantor dinas tersebut, Kamis (20/3/2025). Sebanyak 300 paket sembako yang terdiri atas beras, minyak goreng, telur, dan gula dijual dengan harga Rp 60 ribu dari harga normal Rp 83 ribu.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dintanpan Kabupaten Rembang, Dyah Ajeng Trenggonowati, mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.

“Kami menyediakan 300 paket sembako berisi beras 2,5 kg, minyak goreng 1 liter, telur 0,5 kg, dan gula 1 kg. Setiap paketnya mendapat subsidi Rp 23 ribu,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki kupon untuk membeli paket sembako, tetap bisa mendapatkan bahan pangan lain dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran. Misalnya, beras premium 1 kg dijual Rp 14.400 dari harga pasar Rp 15 ribu, cabai Rp 6 ribu per 1/4 kg dari harga pasar Rp 8 ribu–9 ribu, bawang putih Rp 9 ribu per 1/4 kg dari harga pasar Rp 10 ribu, serta bawang merah Rp 40 ribu per kg dari harga pasar Rp 45 ribu.

“Kami juga menjual produk pertanian segar seperti sayuran, buah-buahan, serta beras dan telur dengan harga lebih rendah dari harga pasar, karena langsung didapat dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), peternak, dan petani,” tambahnya.

Salah satu warga, Jumilah, mengaku memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja kebutuhan dapur dengan harga lebih murah.

“Saya beli paket sembako Rp 60 ribu, isinya beras, telur, minyak, dan gula. Murah. Saya juga beli beras dan sayur-sayuran di luar paketannya. Lumayan membantu,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Rembang juga telah menggelar pasar murah pada Rabu (19/3/2025). (*)

Penulis: Miftah

THR Maksimal Dibayar H-7 Lebaran, Begini Ketentuannya

Lingkar.co – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk para karyawan swasta diberikan paling lambat H-7 Lebaran Idulfitri.

Kepala Disnaker Pati, Bambang Agus Yunianto mengatakan hal itu sesuai dengan instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto yang dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2025 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

“Jadi sesuai dengan SE itu, kami minta kepada seluruh perusahaan untuk bisa membayarkan THR bagi karyawan tepat waktu,” katanya.

“THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Dan itu tidak boleh dicicil,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa pemberian THR merupakan keharusan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk karyawannya.

“Adapun pemberian THR berdasarkan masa kerja pekerja di dalam sebuah perusahaan. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, akan diberikan sebesar 1 bulan upah,” jelasnya.

Sedangkan untuk pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan masa kerja dikali satu bulan upah kemudian dibagi dua belas.

“Meskipun karyawan yang bekerja kurang lebih dari satu bulan, tetap mendapatkan THR tetapi dengan rincian yang berbeda,” ujarnya.

Dirinya pun mengimbau agar perusahaan dapat membayarkan THR karyawannya lebih awal. Supaya dapat segera dimanfaatkan.

“Itu justru itu lebih baik agar bisa dimanfaatkan oleh para pekerja memenuhi kebutuhan hari raya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftah

Jelang Lebaran, Semarang Zoo Teken 4 MoU dan Tambah Koleksi Satwa

Menjelang masa libur hari raya Idul Fitri (Lebaran), PT Taman Satwa Semarang meneken memorandum of understanding (MoU) dengan 4 lembaga dan menambah koleksi satwa baru melalui mekanisme hibah.

Lingkar.co – T Taman Satwa Semarang melakukan penandatanganan kerja sama dengan Dompet Dhuafa, Abigami, PT Enviro Hijau Investama, dan PT. Tirta Fresindo Jaya dan menerima hibah satwa dari PT Mbarep Abyasa Line secara simbolis pada Senin (10/3/2025) di pintu masuk Semarang Zoo.

Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo menuturkan, kegiatan Semarang Zoo pada libur lebaran tahun ini akan berjalan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian dirinya mengatakan adanya perbaikan sejumlah fasilitas umum dan penambahan satwa.

“Yang jelas untuk lebaran tahun ini kita berusaha untuk menambah satwa. Tadi dari BKSDA, dari Ragunan terus dari Jember nanti akan masuk, terus tadi ada bantuan (donasi satwa,-red) juga,” ungkapnya dalam jumpa pers seusai MOU dan serah terima satwa secara simbolis.

Selain itu, kata Bimo, pihaknya juga bekerja sama dengan Abigame untuk penyelenggaraan permainan outdoor. “Terus ada kerja sama dengan mitra-mitra makanan dan minuman. Ya sifatnya tadi sudah bantu untuk pakan, penjualan ekslusif, terus bantu peneduh dan seragam kami,” sambungnya.

Dijelaskan, Semarang Zoo menggandeng PT Enviro Hijau Investama dalam pengelolaan sampah non organik dan membangun brand image untuk lingkungan dan kelestarian satwa.

Direktur PT Mbarep Abyasa Line, Solichul Adam menyerahkan satwa eksotis kepada Direktur PT Taman Satwa Semarang Bimo Wahyu Widodo pada Senin (10/3/2025) di Semarang Zoo. Foto: Rifqi/Lingkar.co
Direktur PT Mbarep Abyasa Line, Solichul Adam menyerahkan satwa eksotis kepada Direktur PT Taman Satwa Semarang Bimo Wahyu Widodo pada Senin (10/3/2025) di Semarang Zoo. Foto: Rifqi/Lingkar.co

Selanjutnya, Dompet Dhuafa memberikan edukasi K3, dan memfasilitasi pemasangan rambu-rambu tangap bencana. Selain itu, juga melakukan edukasi untuk anak yatim dan komunitas kemanusian, dan memberikan program Sembako untuk PKL yang ada di dalam Semarang Zoo, serta memberikan donasi CSR untuk pakan satwa sebesar Rp. 25.000.000.-

Dalam kesempatan itu, Semarang Zoo juga menerima donasi pakan satwa sebesar Rp25.000.000 diterima dari CSR PT. Tirta Fresindo Jaya.

Adapun hibah satwa dari PT Mbarep Abyasa Line untuk Semarang Zoo berupa ayam kate 4 ekor, merpati hias 2 pasang, kelinci 7 ekor, ayam poland 1 pasang, dan belibis 3 ekor.

Bimo bilang, Semarang Zoo akan menerima satwa dari sesama lembaga konservasi berupa Sitatunga, Capibara, dan burung pelikan, serta pertukaran orang utan jantan dengan orang utan betina untuk program konservasi. “Lebaran diharapkan bisa datang, kan ini masih tengah bulan (Puasa,-red),” ucapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Sambut Lebaran, Pemkab Rembang Kebut Perbaikan Jalan Berlubang

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TARU) mempercepat perbaikan jalan berlubang di wilayahnya. Hal ini dalam rangka menyambut mudik lebaran tahun 2025.

Kepala DPU TARU Kabupaten Rembang, Maryosa menyampaikan pekan ini pihaknya akan mulai melakukan penambalan jalan yang mengalami kerusakan. Namun, pihaknya masih menunggu kedatangan material aspal. Jika material telah tersedia, perbaikan akan segera dilaksanakan.

“Lubang-lubang yang ada nanti ditambal dulu. Sebelum Lebaran, targetnya sudah selesai,” ungkap Maryosa, Rabu (5/3/2025).

Ia mengungkapkan ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan adalah Celangapan-Pamotan. Beberapa titik di ruas tersebut mengalami banyak kerusakan dan ke depannya perlu peningkatan kualitas menjadi jalan cor, mengingat volume kendaraan yang melintas cukup tinggi.

Bupati Rembang, Harno menegaskan bahwa perbaikan jalan harus rampung sebelum Lebaran demi keselamatan pengendara. Ia tidak ingin ada pengendara yang jatuh akibat terperosok lubang.

“Kalau jeglongannya terlalu dalam, itu membahayakan, terlebih di malam hari. Kalau ada motor yang lampunya kurang terang, risikonya semakin besar. Maka, saya sudah instruksikan sebelum Lebaran, lubang-lubang yang membahayakan harus terselesaikan,” tegasnya.

Sementara itu, untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Harno menyebut telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah saat pembekalan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang beberapa waktu lalu. (*)

Penulis: Miftah