Lingkar.co – Pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Rembang menyelenggarakan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) di Stadion Krida, Selasa (17/9/2024). Sebanyak 1.200 pelajar berpartisipasi dalam ajang ini.
Kejurkab berlangsung selama tiga hari, diikuti oleh atlet tingkat SD, SMP, dan SMA. Kompetisi tingkat SD dimulai pada hari pertama, dilanjutkan dengan tingkat SMP pada Rabu, dan ditutup dengan tingkat SMA pada Kamis, 19 September 2024.
Berbagai lomba diadakan, termasuk lari, lari gawang, lompat jauh, lempar roket, dan tolak peluru di setiap tingkatan. Khusus untuk lomba lari, nomor yang dipertandingkan adalah 60 meter bagi SD, 80 meter untuk SMP, dan 100 meter untuk SMA.
Ketua PASI Rembang, Rukin, menyatakan Kejurkab kali ini bekerja sama dengan Pemkab Rembang. Setelah lima tahun vakum, ajang ini menjadi momentum penting untuk mencari bibit atlet potensial.
“Sudah 5 tahun tidak ada kejurkab. Tentu ini menjadi hal baik, kami bisa menjaring atlet potensial di cabang olahraga atletik,” ungkapnya.
Kabid Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Hariyanto, turut menyambut baik inisiatif Kejurkab dari PASI Rembang. Kegiatan ini dianggap sebagai persiapan menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah yang akan digelar pada November 2024.
“Nah, Kejurkab ini sekalian untuk mempersiapkan diri, seleksi ke Popda 2024. Juaranya nanti dapat mewakili Rembang di Popda. Iya untuk SD dan SMP,” ujarnya. (*)
Lingkar.co – Ribuan massa menggeruduk Kantor Bawaslu Kendal pada Jumat (13/09/24) pagi. Mereka menuntut agar pasangan Dico Mahtado Ganinduto dan Ali Nurudin (Dico – Ali) diloloskan sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kendal 2024.
Ribuan massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) melakukan long march (jalan kaki) dari Alun-alun Kendal menuju Kantor Bawaslu Kendal, massa membentangkan poster dan spanduk menuntut agar KPU Kendal ,menerima pendaftaran pasangan Dico-Ali.
Dalam orasinya, massa aksi dengan semangat memberi dukungan gugatan sengketa Pilkada diputuskan dengan seadil-adilnya. Menurut mereka, penolakan berkas pendaftaran Dico-Ali berdampak pada gugatan sengketa Pilkada yang berlarut-larut. Massa menilai jika gugatan sengketa pilkada ini terus berkembang hingga ke PTUN dan MA, maka bisa berdampak pelaksanaan Pilkada ulang.
Pantauan di lokasi, ribuan massa di depan Kantor Bawaslu Kendal menyampaikan orasinya secara bergantian. Mereka dengan lantang meminta Bawaslu Kendal yang akan memutuskan gugatan sengketa pilkada ini, mempertimbangkan akan kemungkinan terjadi Pilkada ulang.
Koordinator aksi Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) Kendal, Agus Puurwanto, mengatakan, jangan sampai gugatan sengketa pilkada ini berlarut-larut dan sampai ke tahapan gugatan di PTUN. Sebab akan berakibat terjadi pilkada ulang, dan berpotensi menghamburkan anggaran negara yang tidak sedikit.
“Tuntutan kami hanya ada dua. Yang pertama agar Bawaslu berlaku adil dan meloloskan paslon Dico – Ali. Yang kedua, jika tidak lolos maka akan terjadi Pilkada ulang, sehingga akan memnghambur-hamburkan uang negara,” ujar Purwanto.
Untuk itulah massa mendesak agar pendaftaran paslon Dico – Ali Nurudin yang ditolak KPU Kendal, bisa diterima Bawaslu dan Pilkada berjalan dengan lancar.
Sementara, Ketua Bawaslu Kendal, Hevy Indah Oktarina yang menemui massa, mengapresiasi aksi yang peduli dengan demokrasi. Bahkan Bawaslu menyatakan akan berjalan sesuai aturan dan perundang undangan, dan akan menegakkan keadilan demokrasi.
“Kehadiran kelompok masyarakat di Bawaslu meminta agar Bawaslu berlaku adil, dan kita selalu berlaku adil sesuai peraturan dan perundang undangan yang berlaku,” ujarnya.
Lingkar.co – Ribuan masyarakat menyerbu Pasar Murah yang digelar di Alun-Alun Kembang Joyo Kabupaten Pati pada Rabu (6/3/2024). Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan paket sembako dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Hadi Santoso mengatakan pihaknya menyediakan sebanyak tiga ribu paket sembako dalam kegiatan pasar murah ini.
“Kami menyediakan tiga ribu paket yang terdiri dari beras 2.5 kilo, minyak goreng 1 liter dan gula 2 kilogram dengan harga per paket itu 50 ribu,” ungkapnya saat ditemui di Alun-Alun Kembang Joyo Pati, Rabu (6/3/2024).
Ia mengatakan pasar murah ini digelar sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi, terutama menjelang bulan Ramadan seperti saat ini.
“Pasar murah dalam rangka pengendalian inflasi, harga-harga, dan juga meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya.
Pasar murah ini, kata Hadi, menyasar para Pedagang Kaki Lima (PKL) tukang ojek, tukang becak dan pekerja kasar. Namun, masyarakat umum tetap diperbolehkan mengikuti pasar murah.
“Sebetulnya tidak ada syarat apa pun. Pasar murah ini berlaku untuk masyarakat umum,” katanya.
Sementara itu, Slamet salah satu warga mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Apalagi, menurutnya harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran sangat tinggi.
“Saya sangat terbantu, alhamdulillah dengan adanya program bazar pasar murah masyarakat terbantu,” ucap Slamet. (*)
Lingkar.co – Ribuan pelajar ikut memeriahkan pertandingan sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge-Kudus Series 1 2024. Pertandingan yang diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife itu dilangsungkan di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, pada tanggal 26 Februari hingga 3 Maret 2024.
Sedikitnya ada 1.712 siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berasal dari Kudus, Pati, Rembang hingga Jepara yang ikut bertanding dalam turnamen ini. Mereka tergabung di 151 tim yang terbagi dalam dua kelompok usia yakni U 10 (41 tim) dan U 12 (110 tim).
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menuturkan MilkLife Soccer Challenge-Kudus Series 1 2024 melibatkan total 101 SD dan MI. Hal ini menunjukkan bahwa geliat sepak bola putri sudah mulai meluas sejak pertama kali turnamen ini digagas tahun lalu di Kudus.
“Kami mengucap syukur karena turnamen ini sekarang diikuti tidak hanya dari Kudus tapi juga dari Pati, Rembang, dan Jepara. Bukan hanya ikut meramaikan, tapi mereka juga datang dengan tujuan meraih juara. Artinya, kecintaan para siswi terhadap sepak bola putri sudah mulai besar dan ini harus dijaga melalui kompetisi yang digelar secara rutin,” tuturnya.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, yang hadir memantau jalannya turnamen mengaku kagum dengan peningkatan kemampuan para peserta, baik secara individu maupun permainan sebagai sebuah tim sepak bola. Menurutnya, dalam turnamen ini, semakin banyak siswi yang memahami teknik bermain sepak bola.
“Saya cukup terkejut karena ada banyak peningkatan kemampuan baik dari individu maupun secara tim. Banyak dari anak-anak yang sekarang sudah bisa bermain dan mengolah bola jauh lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Coach Timo melanjutkan, peningkatan kemampuan peserta dalam turnamen kali ini tak lepas dari semakin tumbuhnya kecintaan para siswi di Kudus dan sekitarnya terhadap sepak bola putri.
Hal ini selaras dengan tujuan utama diselenggarakannya MilkLife Soccer Challenge, yakni mengenalkan olahraga tersebut di kalangan para siswi yang diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik supaya kelak bisa membawa Indonesia berlaga di turnamen Piala Dunia Wanita.
“Dengan peningkatan kemampuan dan teknik para siswi ini, membawa secercah harapan bahwa sepak bola putri bisa semakin berkembang dan kelak kita bisa menyaksikan Indonesia ambil bagian dalam Piala Dunia Wanita,” tandas pelatih yang pernah menukangi Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia pada SEA Games 2009.
Salah satu tim yang mengalami perkembangan pesat dalam MilkLife Soccer Challenge Kudus Series 1 2024 adalah SD Masehi Kudus U 12. Berbeda dari penampilan sebelumnya pada 2023, kali ini mereka lebih piawai dalam penguasaan bola dan bermain semakin terorganisir sebagai sebuah tim.
Guru SD Masehi Kudus yang juga menjadi pelatih tim, Agung Fitrianto, menuturkan peningkatan kemampuan anak didiknya di lapangan hijau tak lepas dari latihan intensif beberapa bulan terakhir. Hal ini ia lakukan berkaca dari performa tim saat bertanding dalam gelaran MilkLife Soccer Challenge edisi-edisi sebelumnya.
“Tahun lalu, anak-anak masih bermain secara bergerombol, tim belum terorganisasi dengan baik di lapangan. Penguasaan bola pun masih kurang. Ini yang saya perbaiki dengan latihan intensif khususnya di bagian ball mastery sehingga hasilnya bisa lebih baik. Anak-anak bisa bermain dan bekerjasama sebagai sebuah tim dan tahu bagaimana cara menguasai bola dan mengontrol permainan,” ungkapnya. (*)
Lingkar.co – Bencana banjir membuat ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Grobogan terancam puso atau gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Grobogan Sunanto mengungkapkan sebanyak 4.744,5 hektare lahan pertanian di Grobogan terdampak banjir. Ia mengatakan bagi lahan pertanian yang puso akan mendapatkan bantuan daru Kementerian Kementerian.
“Saat ini kita sudah menerima bantuan dari Kementerian Pertanian berupa benih tanaman padi untuk lahan yang terdampak banjir,” katanya, Senin (19/2/2024).
Sementara, total bantuan bibit padi dari Kementrian Pertanian yang diterima Dispertan Grobogan sebanyak 180 ton, dengan nilai Rp 2,4 miliar.
Bantuan benih yang diberikan, katanya menggunakan acuan per hektare sawah yang dimiliki para petani.
“Kita menggunakan acuan 25 kg per hektare sawah yang terendam,” ujarnya.
Ia menjelaskan lahan pertanian yang mendapatkan bantuan adalah yang sudah terendam dalam waktu 7 sampai 10 hari.
“Sehingga baru bisa dilihat puso atau tidak,” jelasnya.
Meski demikan, petani yang tidak mengalami puso akan tetap mendapatkan bantuan benih. Dirinya berharap bantuan benih yang akan diberikan kepada para petani dapat digunakan pada masa tanam berikutnya.
Atas kejadian ini, pihaknya mengimbau agar para petani mendaftarkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
“Bila terjadi bencana ada asuransi terkait usaha pertanian yang sedang digeluti,” ujarnya.
“Saat ini juga sedang dilakukan pendataan terkait petani yang sudah terdaftar asuransi,” imbuhnya. (*)
Lingkar.co – Ribuan Orang Dalam Ganguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Pati tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024. Dalam catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati, mereka masuk dalam kategori disabilitas mental.
Ketua KPU Kabupaten Pati Supriyanto mengatakan para ODGJ memiliki hak yang sama pada Pemilu 2024. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen akan memfasilitasi para ODGJ ini untuk menyalurkan hak pilihnya.
“Negara kan menjamin hak warga negara kan ya. Meskipun dia cacat mental, tapi kan dia punya hak suara. Kita mengakomodir itu,” katanya, Jumat (12/1/2024).
Pihaknya pun telah mengkoordinir para Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Panitia Penyelenggaraan Pemilu (KPPS) untuk memperhatikan pelayanan terhadap para disabilitas.
“Kita koordinasikan PPS, KPPS dan pihak keluarga disabilitas. Nanti KPPS akan mengkondisikan untuk TPS yang ada disabilitas,” ujarnya.
Ia mengungkapkan baru pada Pemilu 2024 ODGJ bisa mencoblos. Sebelumnya, ODGJ statusnya masuk kategori pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Dirinya pun tidak khawatir dengan kebijakan baru ini. Apalagi, mereka nanti akan didampingi keluarganya saat menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Jadi nggak perlu khawatir aslinya. Kan tidak semuanya mereka akan datang ke TPS. Intinya Pemilu kan sarana kedaulaulatan rakyat. Jadi mereka meskipun ODGJ punya hak di sini. Tetap kita layani,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ODGJ yang dimaksudkan bukanlah orang gila yang berkeliaran di jalanan. Melainkan orang yang memiliki gangguan mental dan telah dinyatakan oleh tim dokter masih dalam kondisi waras.
“Untuk ODGJ yang berkeliaran di jalanan, kita pastikan golongan tersebut tidak berpartisipasi dalam Pemilu sebagai pemberi suara sah,” ujarnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Pati Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Adrik Yusri menyebutkan jumlah ODGJ atau disabilitas mental yang terdata sebanyak 2.138 orang.
Terbanyak berada di Kecamatan Margorejo sebanyak 198 jiwa, disusul Kecamatan Winong sejumlah 193 jiwa, dan Kecamatan Pati ada 141 orang.
“Sementara yang paling sedikit berada di Kecamatan Gunungwungkal dengan jumlah 41 jiwa,” sebutnya.
Dirinya berharap para panitia dapat memberikan pelayanan terbaik terhadap para disabilitas dalam memberikan hak suara tanggal 14 Februari mendatang. Sehingga, pesta demokrasi dapat berjalan dengan aman dan lancar. (*)
Lingkar.co – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pati memusnahkan ribuan kenalpot brong di halaman Unit Gakkum Satlantas Polresta Pati. Tindakan ini dilakukan untuk memberikan peringatan terhadap pengendara terkait larangan penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar.
Kasatlantas Polresta Pati Kompol Asfauri menyebutkan knalpot brong yang dimusnahkan sebanyak 1.500. Jumlah itu didapat dari hasil razia selama tahun 2023.
Menurutnya, knalpot brong sangat mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum. Suaranya yang bising dapat menyebabkan polusi suara dan membahayakan bagi pengendara lain.
“Pemusnahan ini dilakukan karena memang penggunaan knalpot brong ini tidak boleh dan melanggar aturan,” katanya, Rabu (3/1/2024).
Dalam UU Lalu Lintas Pasal 285, dijelaskan bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor, utamanya roda dua yang tidak memenuhi kelayakan teknis atau layak jalan, seperti spion, klakson, kecepatan, termasuk knalpot diancam pidana kurungan 1 bulan dan denda Rp 250 ribu.
“Kami sudah memberikan imbauan ke pelaku usaha maupun bengkel untuk tidak menjual atau memasang knalpot brong, karena dalam aturan dilarang,” ujarnya.
Ia juga berharap selama masa Pemilu 2024, para relawan dari partai politik tidak menggunakan kendaraan yang tak sesuai spesifikasinya.
“Kami akan bersurat kepada DPC Parpol di Pati. Apabila ada kampanye terbuka, para relawan diharapkan tidak menggunakan knalpot brong. Kalau itu tidak diindahkan maka kami akan mengambil tindakan reprensif dan presentif,” tegasnya. (*)
Lingkar.co – Ribuan masyarakat saksikan pentas Rampak Seni Barongan Blora di Taman Tuk Buntung, Cepu, Blora, Jawa Tengah, Kamis (21/12/23) malam.
Pentas barongan ini digelar sebagai salah satu kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi ke -274 Kabupaten Blora.
Menariknya, pementasan Barongan dari Sedulur Barongan Kecamatan Cepu ini didukug 15 paguyuban kesenian Barongan lainnya. Pentas dimulai malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, namun demikian, penonton sudah banyak yang memadati satu jam sebelumnya.
Mereka datang dari Cepu dan sekitarnya. Mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga dewasa, tampak antusias menyaksikan pementasan barongan tersebut. Bahkan sesekali riuh gelak tawa muncul dari penonton, ketika penari Barong sesekali melontarkan candaan.
Bupati Blora H. Arief Rohman, bersama Forkopimda Blora hadir secara langsung untuk menyaksikan pagelaran Rampak Barongan Blora tersebut. Dia berharap, adanya pementasan tersebut bisa semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kesenian daerah. Sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku kesenian Barongan Blora.
Disampaikan, kesenian barongan merupakan salah satu kekayaan budaya Kabupaten Blora. Jumlah grup barongan di Blora ini ada ratusan, maka dari itu Blora juga mendapat julukan sebagai kota Barongan. ‘’Kekayaan budaya ini harus kita cintai. Ini adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap bakat dan kreativitas para pelaku kesenian,” papar Bupati Arief.
Kepedulian Exxon
Bupati Blora, H. Arief Rohman disela kegiatan pementasan kesenian barongan. Foto: dokumentasi
Setiap tahunnya, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora berbagai pementasan kesenian selalu diselenggarakan untuk menghibur masyarakat Blora.
Exxon Mobil Cepu Limited menjadi salah satu pihak yang terus mendukung kesenian daerah ini untuk bisa tampil. Pementasan Rampak Barongan di Tuk Buntung juga menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada para pelaku seni barongan di Blora.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Exxon Mobil Cepu Limited yang telah membantu kegiatan ini dan juga teman-teman dari Barongan Cepu,” tambah Bupati Arief
Sementara itu, mewakili pimpinan Exxon Mobil Cepu Limited, M.Romadhona selaku Maintenance Superintendent, berharap agar sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora dan masyarakat Blora bisa senantiasa terjalin dengan baik.
Dirinya berharap agar masyarakat Cepu maupun Blora bisa menikmati pementasan kesenian Barongan ini serta melestarikan kesenian daerahnya.
“Kami berharap masyarakat Cepu, Blora dapat menikmati acara malam hari ini, pesan-pesan moral dari acara malam ini dapat tersampaikan lewat karyanya, semoga ini menjadi penyelaras kerja sama yang lebih baik lagi dengan Pemkab Blora dan Masyarakat Blora,” terangnya
Dalam acara tersebut, Bupati juga turut menyerahkan penghargaan apresiasi kepada atlet berprestasi NPCI Blora dalam ajang Pekan Paralimpik Provinsi Jawa Tengah tahun 2023 secara simbolis.
Adapun perwakilan penerima yakni Yusuf Fikri Albar cabor para atletik lari 400m putra T47 yang berhasil meraih Emas, lalu Mei Dista Afdarista cabor Para Atletik Lari 400m putri T13 berhasil meraih medali emas. (Adv)
Lingkar.co – Sebanyak 12 lagu-lagu hits dangdut Jawa yang dibawakan oleh musisi kenamaan asal Kabupaten Bantul, DIY, Ndarboy Genk di lapangan Kridosono, Kabupaten Blora, Jumat (15/12/2023) malam. Ribuan masyarakat Blora dan sekitar , khususnya para remaja dengan antusias datang ikut menyemarakkan hari kebanggaan warga Kota Yeng terkenal sebagai penghasil jati berkualitas.
Ndarboy Genk dihadirkan Pemkab Blora dalam rangka malam resepsi peringatan Hari Jadi ke-274 Kabupaten Blora. Penyanyi dengan nama asli Helarius Daru Indrajaya itu benar-benar mampu menciptakan histeria hiburan bagi masyarakat Blora.
Tidak hanya kaum muda, Bupati Blora, H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, Forkompimda, sejumlah mantan pejabat di Blora, mulai mantan Bupati 2007-2010, RM Yudhi Sancoyo, mantan Wakil Bupati 2001-2005, Subronto Yusuf, mantan Ketua dPRD Blora, HM Kusnanto, hingga para mantan Sekda hadir hingga usai konser. Mereka seolah terhipnotis dengan penampilan Ndarboy Genk.
Diawali penampilan Candensa Band dengan beberapa buah lagu, Lapangan Kridosono benar-benar bergemuruh.
Selanjutnya, 12 lagu dibawakan berturut-turut oleh Helarius Daru. Dimulai dengan Opening Ambyar Mak Pyar, tepuk tangan penonton langsung membahana.
Lagu Pamer Bojo, salah lagu bertema patah hati dari maestro campursari Didi Kempot yang dirilis tahun 2016 menyusul membahana. Selanjutnya, Wong sepele, dirangkai dengan Nemen-nya Gilga Sahid yang lagi Viral.
Berikut, Anak lanang, Balungan kere, DJ. Mendung Tanpo Udan ciptakan Muhammad Kukuh Prasetya alias Kukuh Prasetya semakin membuat Kridosono menghangat.
Berikut Sholawatan, Ojo nangis. Juga lagu Rungkat ciptaan Vicky Tri Prasetyo. Dan ditutup dengan Koyo Jogja istimewa.
Hadir Berkumpul
Ndarboy Genk Sedot Ribuan Penonton di Resepsi Hari Jadi Blora ke-274. Foto: dokumentasi
Selain mendapatkan hiburan dari Ndarboy Genk, warga masyarakat Blora dan sekitarnya tampak senang menyusul para mantan kepala daerah di Blora bisa hadir berkumpul dalam acara malam Resepsi Hari Jadi ke–274 di Lapangan Kridosono Blora itu.
Hadir langsung juga istri mantan Bupati Blora almarhum H. Basuki Widodo, yakni Hj Kesi Widjajanti.
Sementara itu Bupati H Arief Rohman, didampingi istri Hj. Ainia Shalichah, mengikuti resepsi Hari Jadi ke-274 bersama Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, didampingi suami Yusuf Ismail. Juga sejumlah tamu undangan dari perwakilan Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Ngawi dan lainnya juga hadir.
“Terimakasih Mas Ndarboy, sampai ketemu lagi, terimakasih untuk seluruh masyarakat Blora. Keren, luar biasa, mantap,” ucap Bupati Blora di atas panggung.
Acara tersebut sukses digelar berkat kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora dengan Kantor Bea dan Cukai Kudus, yang intensif menyampaikan sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Tembakau (DBH CHT) Tahun 2023.
Mengawali acara, Ketua DPRD Blora, HM Dasum, menyampaikan sambutan dengan menggunakan bahasa Jawa.
Acara dilanjutkan dengan potong tumpeng. Diawali dari Bupati Blora H. Arief Rohman, Ketua DPRD Blor HM Dasum, istri Bupati Blora Ainia Sholichah dan Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati.
Masing-masing tumpeng diserahkan kepada mantan Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo, mantan Ketua DPRD Blora HM Kusnanto, mantan Wakil Bupati Blora Subronto Yusuf dan istri mantan Bupati Blora almarhum H Basuki Widodo, Hj Kesi Widjajanti.
Di puncak peringatan hari jadi Blora ke-274 itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan capaian pembangunan yang telah dilaksanakan sejak memimpin 2021 hingga 2023.
Disampaikan, hingga saat ini sudah pihaknya membangun jalan sepanjang 300 Kilometer lebih dengan anggaran mencapai kurang leboh Rp 800 Miliar lebih. Keberhasilan ini ditempuh dengan berbagai skema, mulai dana pinjaman, Banprov, APBD murni termasuk dana Inpres jalan.
Belum tuntas memang, Bupati yang akrab dipanggil Mas Arief dengan gentle meminta maaf kepada masyarakat jika sampai saat ini ada beberapa ruas jalan yang masih rusak. Itu semua karena terbatasnya anggaran yang menjadi sebab utama.
Yang terbaru, pada tahun 2023 ini Blora mendapat dana Inpres yang barangkali terbesar dibanding daerah lain di Jateng.
Dua ruas jalan di Blora Selatan, yakni Jalan Temulus (Randublatung) – Sumber (Kradenan), dan jalan Wulung (Randublatung) – Klatak (Jati), yang rusak bertahun-tahun sudah mendapat bantuan pembangunan dari pusat senilai hampir Rp 50 miliar.
Berikut jalan Randublatung – Getas yang dibangun dengan skema dana Inpres Rp 53 M berhasil dilaksanakan. Dan jika jalan ini sudah selesai, nantinya terkoneksi dengan Ngawi, Jawa Timur, dan tidak menutup kemungkinan, lebaran tahun depan (2024) para pemudik sudah bisa jajal jalan Ngawi tembus Randublatung.
Untuk konstruksi jalannya, beton rigid ketebalan 25 Cm, dengan tulangan tunggal. Semula lebar jalan antara 3 – 5 Meter akan dilebarkan menjadi 6 M, ada bahu jalan.
Belum lagi, ruas jalan Blora – Purwodadi juga mendapat anggaran inpres jalan sebesar Rp 156 Miliar dan di bulan September 2023 ini segera dibangun. Saat ini pekerjaan tengah berjalan.
Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Blora di bidang kesehatan baru-baru ini . Yakni berhasil menyabet predikat kabupaten sehat tahun 2023, dan atas prestasi itu Blora memperoleh penghargaan Swasti Saba Padapa atau penghargaan “Kota Sehat” dari Kementerian Kesehatan.
Juga meraih anugerah Meritokrasi 2023 dari Komisi Aparatur Negara (KASN). Yang paling gres, prestasi mengkilap juga diraih Blora di tahun 2023. Yakni, Kali memperoleh penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2023 dari Kemendagri, dengan predikat Kabupaten Terinovatif.
Tahun lalu, yakni di tahun 2022, Kabupaten Blora juga berhasil meraih penghargaan Innovation Government Award (IGA) 2022 dari Kementerian Dalam Negeri dengan predikat Kabupaten Sangat Inovatif. (Adv)
Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dindagkop UKM, Dinas Pendidikan dan Dekranasda gelar Festival Blora Berkebaya 2023 dan Tari Kolosal, Senin (4/12/2023).
Acara yang merupakan salah satu rangkaian hari jadi Blora ke-274 dan terbilang cukup spektakuler serta berlangsung meriah itu, dilaksanakan di sepanjang jalan Pemuda Blora. Tercatat sedikitnya diikuti 2.500 pendidik PAUD se –Blora dan peserta lainnya.
Diawali dengan tari kolosal berupa senam Pelajar Pancasila dan Tari Samapta Luding yang dibawakan oleh pendidik PAUD se-Kabupaten Blora, selanjutnya dilakukan festival berkebaya yang diikuti ribuan peserta.
Mereka terdiri dari para istri Forkompimda, para guru SD, SMP, ibu-ibu organisasi wanita dan perwakilan dari 16 kecamatan yang ada di wilayah Blora.
Bupati Blora, H. Arief Rohman menyampaikan apresiasi kepada Dindagkop UKM Kabupaten Blora, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Dekranasda Kabupaten Blora dan seluruh pihak yang terlibat, termasuk para peserta yang tergabung dalam rangkaian Festival Blora Berkebaya 2023 tersebut.
“Matur nuwun kepada para pendidik PAUD se-Kabupaten Blora yang telah berkontribusi menyajikan tari kolosal berupa senam Pelajar Pancasila dan Tari Samapta Luding. Sungguh luar biasa. Apresiasi kepada panjenengan yang telah menyisihkan waktu untuk berlatih demi suksesnya acara ini di luar waktu mendidik putra putri kami,” tutur Bupati Arief.
Dikemukakan, kebaya melambangkan karakter masyarakat Indonesia yang anggun, lemah lembut, sopan dan bersahaja.
Untuk itu, Blora Berkebaya ini menjadi salah satu ajang yang baik bagi para desainer lokal untuk menghasilkan karya dan kreasi baru. Melalui giat ini diharapkan dapat menimbulkan ketertarikan masyarakat untuk menggunakan kebaya di setiap kesempatan dengan rasa bangga.
“Semoga dengan adanya festival ini pula para desainer lokal semakin bersemangat dalam berkarya dan masyarakat semakin bangga memakai karya dan produk lokal,” imbuh Bupati yang akrab dipanggil Mas Arief itu.
Anggraeni, Salah satu warga Blora yang menyaksikan langsung acara itu, mengaku terhibur dengan tari kolosal dan festival berkebaya tersebut. Menurutnya, dengan festival kebaya Blora itu sebagai bentuk uri-uri budaya peninggalan orang terdahulu.
“Bagus dan menarik, acara ini sekaligus untuk mengingatkan para generasi muda sekarang akan kecintaan kaum milenial pada budaya Indonesia, termasuk budaya memakai kebaya,” papar Anggraeni. (Adv)