Arsip Tag: berita

Ironis! Usai Gasak Kotak Amal Masjid, Pencuri Hamburkan Uang di Lokalisasi

Lingkar.co – Kota amal Masjid Baitul Izzah Desa Kebonharjo, Patebon, Kendal raib digasak pencuri. Tak butuh waktu lama, jajaran aparat Polsek Patebon Kendal berhasil menangkap pelaku yang tengah asik menghamburkan uang jamaah masjid di kompleks lokalisasi Gambilangu, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Polisi menggerebek pelaku dalam kondisi mabuk sambil berkaraoke pada Rabu (20/9/2023) dinihari di lokalisasi yang sudah ditutup resmi oleh Kementerian Sosial.

Ironisnya, pelaku mengaku kepepet butuh uang untuk bersenang-senang dengan dalih telah di PHK dari pekerjaannya.

Tersangka bernama Dimas Aldi Santoso alias Gerandong adalah warga Desa Margosari Patebon. Ia digelandang petugas Reskrim Polsek Patebon untuk diperiksa.

Saat diperiksa petugas di Mapolsek Patebon, Gerandong mengaku melakukan aksi pencurian dua kotak amal Masjid Baitul Izzah itu sendirian. Aksinya dilakukan dengan menggunakan sepeda motor yang ia pinjam, dan masuk ke dalam masjid saat kondisi sepi.

Usai berhasil membawa kotak amal masjid, ia kemudian menuju bekas warung pinggir jalan raya, kemudian membongkarnya dengan menggunakan batu. Hasilnya, ada sekitar Rp3 Juta ia dapatkan dari dua kotak amal tersebut.

“Saya setelah berhasil mengambil kotak amal, saya naikkan sepeda motor dan kotaknya diselimuti sarung agar tidak kelihatan. Kemudian saya bongkar di bekas rumah makan pakai batu. Langsung saya tinggal pergi,” kata Dimas Aldi Santoso alias Gerandong di hadapan petugas, Rabu (20/09/2023).

Kapolsek Patebon Iptu Kusfitono mengatakan, polisi berhasil mengamankan pelaku pencurian kotak amal kurang dari 24 jam usai kejadian. Pelaku tidak berkutik saat petugas menangkapnya di dalam kamar karaoke.

Pelaku langsung digelandang ke Polsek Patebon untuk dimintai keterangan. Tersangka Gerandong dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Sementara barang bukti berupa sarung dan dua kotak amal yang sudah dirusak diamankan petugas.

Untuk diketahui, aksi pencurian kotak amal Masjid Baitul Izzah Desa Kebonharjo terekam kamera CCTV, dan viral di media sosial.

Pelaku mencuri kotak amal dengan membungkus menggunakan sarung, dan kabur mengendarai sepeda motor. Kini tersangka mendekam di sel tahanan Polsek Patebon, sementara uang yang diambil dari kotak amal habis untuk makan, mabok dan dan karaokean di Gambilangu Kaliwungu, Kendal. (*)

Penulis: Wahyudi

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Setia WS Gelar Wisuda XXXII di MAJT, Kesan Jadi Mahasiswa; Sekolah Kecil Tapi Potensi Luar Biasa

Lingkar.co , Meski saat ini baru memiliki gedung yang kecil, namun Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan (Setia WS) Semarang memiliki potensi yang luar biasa. Inilah kesan para wisudawan di angkatan XXXII.

“Kelihatannya sekolahannya kecil, tapi ternyata menyimpan banyak potensi yang luar biasa,” kata salah satu wisudawan, Yulianto.

Ia katakan hal itu disela acara Wisuda XXXII Setia WS Semarang di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Jl. Gajah Raya, Kota Semarang, Rabu (20/9/2023) pagi.

Pria yang lulus dari jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Dakwah.ini menyebut, selama ia kuliah, banyak mahasiswa yang aktif di berbagai bidang organisasi dan profesi.

“Banyak temen kuliah yang sudah memiliki pengalaman di profesi tertentu, dan malang melintang di berbagai aktivitas, sambungnya.

Ada yang juara MTQ, aktif sebagai pengurus organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama, aktif meniti karier profesional, sampai di partai politik juga ada.

Di lain sisi, ia juga mengaku terkesan dengan potensi keagamaan di lingkungan dosen yang umumnya adalah kiai atau agamawan.

“Yang paling berkesan itu sekolah di tempat yang banyak kiainya,” akunya.

Kendati demikian, ia juga mengakui terkendala dalam memilih tempat pemagangan dan fasilitas dari kampus untuk berekspresi sesuai disiplin keilmuan yang belum maksimal karena keterbatasan ruang.

“Tapi itu yang di kampus lama, tidak tahu nanti kalau sudah pindah gedung di kampus yang baru. Mudah-mudahan jauh lebih baik dan lebih lengkap,” ujarnya.

Kesan yang sama juga dirasakan Muhammad Ikhwanuddin yang telah dinyatakan lulus dari jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah. Karenanya ia pun merasa senang.

“Merasa senang bisa lulus sebagai sarjana di Setia WS,” ucapnya.

Ia juga merasa terkesan dengan dosen yang dapat memaparkan materi perkuliahan dengan baik dan ramah.

Kelebihan dosen dan mahasiswa juga terbukti saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Wedung Demak. Wisudawan asal Grobogan ini mengungkapkan, tim KKN mampu mengangkat potensi ekonomi masyarakat atas bimbingan dosen dan keuletan para mahasiswa.

“Selama KKN di Wedung, Demak bisa berinteraksi dengan masyarakat sebagai mahasiswa sampai pada akhirnya bisa mengaktifkan kembali potensi ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

“Jadi di desa itu ada tempat semacam rawan yang dulunya pemancingan tapi lama tidak aktif. Itu kita aktifkan kembali,” sambungnya.

Sementara, Ketua Setia WS Semarang, Drs. KH. Muhlisin Bisri, MAg MM dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan wisuda XXXII.

“Hari ini, saya dan seluruh civitas merasa senang dan bangga kepada para wisudawan,” ucapnya.

Setia WS Semarang selalu menekankan pendidikan karakter sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Ghozali. Yaitu orang yang tahu bahwa dirinya memiliki ilmu dan kemampuan sehingga ia menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bukan mengajarkan mahasiswa menjadi manusia tipe kedua, yaitu orang yang tahu tapi tidak tahu bahwa dirinya berilmu dan memiliki kecakapan sehingga ilmunya hanya bermanfaat bagi diri sendiri. Apalagi tipe ketiga dan keempat.

Sebagaimana filosofi padi yang berisi, ia berpesan agar para wisudawan berlaku rendah diri, dan menjauhi kesombongan dan sifat buruk lainnya.

“Jadilah ilmuwan yang santun, semakin tua semakin berisi dan semakin menunduk,” pesannya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidaya

Miris! Dua Remaja Nekat Rudapaksa Anak Usia Belasan Tahun

Lingkar.co – Miris! Seorang remaja nekad melakukan rudapaksa terhadap kekasihnya yang masih berusia belasan tahun. Remaja berinisial SR (16) bersama seorang temannya MAM (24), nekat melancarkan aksi bejatnya terhadap Mawar (bukan nama sebenarnya) di sebuah rumah kosong wilayah setempat.

Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan melalui Kapolsek Karangrayung Iptu Sutarjo menjelaskan, peristiwa itu terjadi, pada Rabu (13/09/2023) dini hari.

Di hadapan awak media, Iptu Sutarjo menyampaikan bahwasanya kejadian tersebut bermula saat Mawar mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi perpesanan WhatsApp (WA) kepada SR untuk mengantarnya pulang.

Dalam pesannya Mawar mengaku takut lantaran merasa ada seseorang yang mengikutinya.

‘’Pacar korban bersama dua temannya, kemudian mendatangi korban dengan berboncengan tiga orang,’’ ucapnya, Selasa (19/09/2023).

Setelah bertemu dengan korban, lanjut Iptu Sutarjo, pacar (SR) dan kedua temannya kemudian mengajak korban menuju rumah kosong yang berada di sebelah kanan rumah MAM.

Namun, alih-alih mengantarkan Mawar ke rumah dengan aman dan selamat, SR justru mengajak korban ke sebuah rumah kosong.

“Sesampainya, di rumah yang dimaksud, di sana sudah ada dua orang lainnya. Setelah berbincang sejenak, ketiga teman SR berpamitan untuk pulang, sementara SR, MAM, dan korban masih di sana. Ketiganya kemudian tidur bersama di sebuah kamar di rumah kosong tersebut,” ungkapnya.

“Sesaat setelah tidur, Mawar tiba-tiba terbangun karena kebelet buang air kecil. Karena tak berani sendirian, korban pun membangunkan MAM untuk menemaninya ke kamar mandi. Korban kemudian masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil tanpa menutup pintu. Sementara lampu penerangan masih menyala sehingga terlihat jelas oleh MAM,” ungkapnya.

Polisi menduga pelaku menjadi bernafsu karena menyaksikan pemandangan tersebut. Seolah tak mau membuang kesempatan, pelaku langsung masuk ke kamar mandi dan menutup pintu, dan melakukan perbuatan tak senonoh terhadap Mawar.

Setelah itu, mereka kembali ke kamar dan tidur bersama. Keesokan harinya MAM kemudian pergi meninggalkan Mawar dan pacarnya di rumah kosong tersebut. Dan saat MAM tidak di lokasi, pacar Mawar pun melakukan perbuatan serupa.

“Tak terima terhadap kejadian yang dialaminya, Mawar bersama ibunya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangrayung. Hingga akhirnya, polisi melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku,” terangnya.

“Dan, atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1), (2) dan Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. Dan Akibat perbuatannya, pelaku diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.(*)

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Tak Mau Ketinggalan, Mas Al Ikut Bantu Air Bersih Terdampak Kekeringan di Desa Pengkol

Lingkar.co – Kemarau yang berlangsung lama ini berdampak pada sejumlah titik mengalami kekeringan dan bahkan krisis air bersih. Mas Al pun tak mau ketinggalan untuk membantu pemerintah dalam mengurus warga terdampak kekeringan.

Alex Susilo atau Mas Al mengaku ikut prihatin melihat kekeringan di beberapa wilayah Blora. Desa Pengkol adalah satu dari sekian desa yang jadi sasaran bantuan air bersih.

“Dengan menggunakan truk tangki, kami mendistribusikan air bersih langsung ke lokasi warga yang membutuhkan,” ucapnya kepada awak media Lingkar, Senin (18/09/2023).

Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Partai Golongan Karya (Golkar) Dapil 4 yang meliputi Kecamatan Kunduran, Todanan, dan Japah ini menyatakan komitmen partainya dalam membantu masyarakat. Bantuan air bersih adalah salah satu bentuk konkretnya.

Ia lantas menegaskan, di musim kemarau panjang ini, pihaknya berupaya dengan optimal untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih.

“Sementara ini total ada 30000 liter air bersih yang saya bagikan untuk wilayah dapil 4,” bebernya.

“Dan hari ini untuk Desa Pengkol, (meliputi dusun Gabeng, Pengkol Tengah, Pengkol Utara, dan Menggian), Kecamatan Japah,” lanjutnya.

Lebih jauh ia membeberkan,, partainya turut memberikan perhatian khusus terhadap persoalan air bersih. Sebab air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan manusia.

“Tidak hanya saya, Partai Golkar bersama seluruh jajaran pengurus di tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga seluruh kader serta para calon legislatif lainnya, bahu-membahu mengirimkan bantuan air bersih langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga turut mendoakan agar kekeringan segera berakhir.

“Semoga bantuan air bersih untuk masyarakat dapat menjadikan manfaat khususnya bagi yang membutuhkan di saat musim kemarau. Dan saya berdoa semoga musim kemarau dan kekeringan segera berlalu, seluruh masyarakat di kabupaten Blora selalu diberikan kesehatan, kekuatan serta keselamatan,” tuturnya.

Meski membantu masyarakat dalam kapasitas sebagai kader partai politik, Mas Al menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan persoalan sosial dan kemanusiaan, bukan semata-mata karena dirinya ingin menjadi anggota legislatif di Blora..

“Saya cuma berharap semoga apa yang kami berikan untuk masyarakat dapat bermanfaat dan menjadikan keberkahan tersendiri,” tandasnya.

“Droping air bersih ini bertahap dan sisanya menyusul. Mudah-mudahan penyaluran air bersih bisa sedikit meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, masyarakat menyambut baik bantuan tersebut. Mereka nampak antusias menyambut Mas Al datang membawa truk tangki.

Dadis, salah satu warga Desa Pengkol Kecamatan Japah mengaku senang dan bersyukur dengan adanya bantuan air bersih dari Bacaleg partai berlambang beringin ini.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih sekali kepada Mas Alex dan Partai Golkar. Alhamdulillah dengan adanya bantuan penyaluran air bersih ini kami sangat terbantu sekali,” ucapnya.

“Semoga diberikan keberkahan, dan kelimpahan rejeki, serta diberikan kelancaran dalam segala hal,” doanya. (*)

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Ganjar Ngaku Geregetan Satu Data Indonesia Terkendala Ego Sektoral

Lingkar.co – Capres PDI Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo mengaku gemas dengan program satu data Indonesia. Meski sudah dicanangkan lama, namun program itu sampai saat ini belum terwujud lantaran ego sektoral.

“Padahal ini adalah kunci untuk memajukan Indonesia. Saya itu gemas sekali, kok nggak beres-beres ya ini,” kata Ganjar saat diskusi bersama Forum Alumni Perguruan Tinggi se Indonesia di Djakarta Theater, Minggu (17/9/2023).

Mantan Gubernur Jateng dua periode ini mengatakan, banyaknya persoalan terkait program jaring pengamanan sosial di Indonesia karena datanya asal-asalan. Contoh konkret, banyak pembagian PKH, bansos yang tidak tepat sasaran, atau masih banyak orang kaya yang menggunakan tabung gas 3 kg, meski sebenarnya itu untuk keluarga miskin.

“Ya karena datanya tidak presisi. Padahal saya kira, dengan KTP saja bisa kok untuk mendata semua problem uang kita miliki,” tegasnya.

Untuk itu, Ganjar menjadikan satu data Indonesia sebagai salah satu program prioritas jika kelak ia terpilih sebagai presiden Republik Indonesia. Sebab dengan beresnya pendataan, maka seluruh sektor dan subsektor bisa tercapture dengan baik.

“Sehingga perencanaan kita ke depan akan lebih presisi. Semuanya berbasis data. Kalau ini tidak terjadi, ya sulit,” tegasnya.

Memang diakui Ganjar, ia telah berbicara dengan banyak pihak terkait program satu data Indonesia itu. Menurut informasi, program itu sulit terwujud karena adanya ego sektoral dari berbagai pihak.

“Ya harus tegas, kalau sektor ini dan sektor itu tidak mau, ya sudah tekan saja. Tunjuk mereka dan perintahkan harus selesai. Top leader harus ambil alih dan mesti selesai besok. Itu pasti bisa,” tegasnya disambut tepuk tangan ribuan akademisi yang hadir.

Saat Ganjar menyampaikan itu, ada salah satu audiens yang berteriak. Ia mengatakan satu data Indonesia bisa terwujud jika Ganjar jadi Presiden.

“Kalau pak Ganjar pasti bisa,” teriaknya.

Ganjar tersenyum mendengar teriakan itu. Ia mengatakan hal itu bisa terjadi jika semua memberikan doa dan dukungan padanya.

“Ya kalau bapak ibu membantu pasti bisa,” jawab Ganjar disambut tepuk tangan riuh para akademisi.

Dalam acara itu, Ganjar menyampaikan sejumlah gagasannya untuk memajukan Indonesia. Ia menyampaikan tiga pondasi paling ampuh untuk mewujudkan itu, yakni meningkatkan anggaran negara, digitalisasi sistem pemerintahan dan membasmi korupsi.

Gagasan Ganjar itu mendapat apresiasi dari ribuan akademisi yang hadir. Mereka puas dan yakin bahwa Ganjar mampu menjadi pemimpin terbaik untuk Indonesia.

“Kami terpesona dengan ide dan gagasan mas Ganjar. Kami yakin beliau mampu memimpin loncatan menuju Indonesia emas. Dan kami Forum Alumni Perguruan Tinggi se Indonesia akan mendukung sepenuhnya mas Ganjar jadi presiden demi tercapainya kesejahteraan Indonesia,” ucap Ketua Ikatan Alumni ITS, Sutopo Kristanto. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Peragaan Busana Batik Lokal Meriahkan Pembukaan Bhineka Festival Budaya di Pantai Indah Kemangi

Lingkar.co – Peragaan busana batik Kendal memeriahkan pembukaan Bhinneka Festival Budaya yang digelar di objek wisata Pantai Indah Kemangi di Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,, Minggu (17/9/2023).

Peragaan busana karya para perajin batik Kendal yang dibawakan Sinok Sinang Duta Wisata Kendal ini terbilang unik. Sebab peragaan busana dilakukan di ruang terbuka tepi pantai. Tidak seperti biasanya di dalam ruangan yang didesain khusus untuk itu

Deburan ombak dan hembusan angin yang menerpa menjadikan suasana semakin berbeda. Gaun yang diterpa angin, pepohonan cemara yang bergoyang menambah suasana kian meriah. Tak jauh dari tempat peragaan busana, nampak anak-anak yang sibuk mengikuti lomba mewarnai batik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dico Mahtado Ganinduto bersama Wakil Bupati, Windu Suko Basuki dan budayawan nasional Eros Djarot juga ikut mewarnai batik bersama anak-anak.

Menurut Bupati, ada tiga unsur penting untuk memajukan pariwisata. Yaitu menggabungkan pariwisata dengan budaya dan seluruh masyarakat mendukung. Ia berharap event tersebut bisa meningkatkan pendapatan masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Dengan diselenggarakan acara ini, kami berharap bisa memacu Pendapatan Asli Desa di Desa Jungsemi,” kata Dico

“Pendapatan dari sektor wisata sudah masuk Rp2 juta per bulan dari hasil Pantai Indah Kemangi. Bahkan juga sudah bisa memberikan beasiswa pada anak yatim di desa Jungsemi,” bebernya.

Sementara Eros Djarot mengapresiasi Dandim 0715 Kendal yang meletakkan budaya sebagai pijakan dalam membangun Kabupaten Kendal. Sebab sutradara Tjut Nja’ Dhien (1988) ini menilai biasanya kebudayaan sering terlupakan, terutama ketika memasuki tahun politik yang semuanya tertuju pada partai politik dan calon tertentu.

“Saat ini memasuki tahuin politik, kami titip pada Pak Bupati dan Pak Dandim agar selelu diciptakan kodusifitas. Sehingga tidak ada demonstrasi antarpendukung parpol,” pesannya.

Penulis lagu Badai Pasti Berlalu ini berharap gelaran tersebut dapat menjadi semangat untuk terus menjaga kondusifitas masyarakat menjelang pemilu mendatang.

Komposer kenamaan ini juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi sehingga terhindar dari adu domba. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Unik, Pemilihan Ketua RT di Desa Ini Serasa Pemilu

Lingkar.co – Suasana pemilihan Ketua RT 4 RW 2 di Desa Sukolilan ini terbilang cukup unik. Pasalnya daerah yang terletak di Kecamatan Patebon, Kendal ini melakukan pemilihan ketua RT seperti laiknya coblosan Pemilihan Umum.

Warga yang sudah memiliki hak pilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), kemudian mengisi daftar hadir, sekaligus diberi kartu pemilihan. Kemudian, satu per satu dipanggil untuk masuk ke Pos Kamling yang didesain sebagai bilik suara.

Setelah menentukan pilihannya dengan menulis nama di kartu pemilihan, lalu dimasukkan ke dalam toples yang difungsikan sebagai kotak suara. Tak hanya itu, pemilih juga harus menempelkan jarinya di stempel tinta sebagai bukti sudah menggunakan hak pilihnya.

Ketua Panitia Pemilihan Ketua RT, Sahroni mengatakan, pemilihan Ketua RT sengaja dibuat persis seperti Pemilu. Ia katakan hal ini merupakan yang pertama kalinya.

Tujuannya agar semua warga mau menggunakan hak suaranya sebagai edukasi agar pada Pemilu 2024 nanti bisa ikut menentukan nasib bangsa dengan memilih calon wakil rakyat.

“Ini kita buat seperti pemilu sebab disini banyak pemilih pemula sehingga dengan melihat pemilihan ketua RT seperti Pemilu pada umumnya”.kata Sahroni disela kegiatan, Minggu, (17/9/2023)

Sementara itu, Ketua RW, Ahmad Rofiq berharap agar pemilihan ketua RT lain di wilayahnya bisa dilakukan seperti RT 4. Dengan demikian diharapkan partisipasi warga pada Pemilu 20240 nanti juga tinggi.

“Pemilihan Ketua RT (4) ini memang dibuat seperti Pemilu. Selain memberikan edukasi pada pemilih pemula, juga memberikan semangat pada warga agar datang untuk kkut melakukan pemilihan ketua RT,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada pemilihan ketua RT 4 kali ini, jumlah warga yang memiliki hak suara sebanyak 64 orang. Namun yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 57 orang.

Jumlah tersebut menunjukkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya cukup tinggi. Pemilihan juga berjalan dengan lancar hingga akhir penghitungan suara. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Terima Pengaduan Korban Mafia Tanah Asal Blora, Wakil KSP: Penegakan Hukum Mafia Tanah Masih Lemah

Lingkar.co – Wakil Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Yanes Yosua Frans menyebut penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan mafia tanah di Indonesia masih lemah.

Ia katakan hal itu setelah menerima kiriman surat pengaduan dari korban mafia tanah di Blora.

“Suratnya sudah kami terima. Sedang kami telaah,” kata Yanes, saat dihubungi wartawan, Minggu (17/9/2023).

Dirinya tak menampik praktek mafia tanah sudah terjadi dimana-mana. Mafia tanah, lanjutnya, juga telah terjadi sejak lama di Indonesia.

“Setelah sekitar empat tahun berkeliling ke Indonesia dan mendengar keluh kesah masyarakat saya berkesimpulan penegakan hukum di bidang mafia tanah masih lemah,” ungkapnya.

Menurutnya, maraknya mafia tanah di Indonesia terjadi lantaran melibatkan oknum pegawai dari lintas instansi yang ada negara ini.

“Ya mulai oknum pegawai BPN serta instansi lain. Jadi yang menjadi kunci utama adalah character building dari para pegawai tersebut. Mereka harus ditanamkan tentang wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Yanes menambahkan, Presiden Jokowi secara tegas telah memerintahkan agar mafia tanah di Indonesia diberantas.

“Menteri ATR/BPN juga akan menggebuk mafia tanah. Mudah-mudahan mafia tanah di negara bisa diberantas. Karena pekerjaan ini tidaklah mudah,” demikian Yarnes.

Sebelumnya, korban mafia tanah asal Desa Purwosari, Kabupaten Blora, Jawa Tengah bernama Sri Budiyono mengadu ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menkopolhukam Mahfud MD, Komisi III DPR RI, Kompolnas hingga ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Setelah itu, ia melaporkan adanya dugaan oknum pegawai ATR/BPN di Kabupaten Blora yang terlibat dalam mafia tanah ke Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto di Jakarta pada Senin 11 September 2023 kemarin.

Sekarang, Sri Budiyono mengirimkan surat pengaduannya ke Kepala KSP Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko pada Senin pekan lalu.

Kronologi

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus mafia tanah yang dialami bermula saat ia meminta tolong agar dicarikan pinjaman dana ke oknum anggota DPRD Blora berinisial AA sekitar Rp 150 juta dengan jaminan sertifikat hak milik tanah miliknya dengan luas 1.310 meter persegi yang berlokasi di Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Setelah 3 bulan berlalu, tepatnya pada akhir Januari 2021, Sri Budiyono mendapat kabar gembok kunci pagar rumah yang berdiri di atas tanah tersebut, dirusak dan diganti dengan gembok kunci yang baru.

Tak hanya itu, ia juga kaget karena mendapati sertifikat Hak Milik Tanah (SHM) atas nama Sri Budiyono telah dibalik nama menjadi atas nama Abdullah Aminudin atau AA.

Atas kasus itu, ia pun melapor ke SPKT Polda Jawa Tengah pada tahun 2021 silam. Laporan tersebut diterima dengan tanda bukti laporan Nomor : STTLP/237/XII/2021/JATENG/SPKT tanggal 7 Desember.

Polda Jawa Tengah akhirnya menetapkan oknum anggota DPRD Kabupaten Blora berinisial AA dan notaris setempat berinisial EE sebagai tersangka. Namun, keduanya tak ditahan Dirreskrimum Polda Jawa Tengah. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Klinik Utama PMI Kota Semarang Diresmikan, Tekankan Biaya Lebih Murah, Siap Gandeng BPJS Kesehatan

Lingkar.co – Klinik Utama PMI Kota Semarang diresmikan pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia ke-78, Minggu (17/9/2023). Selain memberikan pelayanan kesehatan dengan biaya lebih murah, juga siap menggandeng BPJS untuk menjangkau pasien secara lebih luas.

Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, THT-KL, MKes mengatakan naiknya status dari Klinik Pratama ke Klinik sebagai usaha hilirisasi stok produk pengolahan darah.

Ia katakan sebagaimana saran Dinkes Kota Semarang dan BPJS agar klinik PMI tidak hanya memberikan pelayanan transfusi darah. Namun lebih dari itu, pasien juga bisa mendapatkan berbagai pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Nanti kalau perlu juga memberikan obat kemostatik, mendukung kesehatan giginya, rehabilitasi mediknya, fisioterapi. Jadi intinya di area spesialisasi itu (hematologi onkologi),”” kata Awal seusai meresmikan klinik.

Oleh sebab itu, selain menggandeng Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKI) Semarang, pihaknya juga melakukan penjajakan dengan BPJS Kesehatan.

“Oleh karena itu kami mengadakan acara diskusi untuk menjajaki peluang pembiayaan kegiatan kegiatan klinik utama ini melalui JKN dengan menghadirkan direktur BPJS, dokter Lily,” ujarnya.

Terkait pembiayaan, Awal menegaskan peran PMI membantu kemanusiaan, sehingga persoalan itu bisa ditekan jika tanpa jaminan kesehatan dari pemerintah.

“Jadi tentu saja teman-teman tahu bahwa PMI adalah organisasi sosial kemanusiaan. Jadi yang pertama kali ditolong adalah manusianya, biayanya nanti bisa dipikul bareng,” ujarnya.

Ketua PMI Kota Semarang, awal Prasetyo saat berdialog dengan pasien thalasemia asal Boja Kendal di aula lt 4 gedung UDD PMI Kota Semarang. Foto: Rifqi Hidayat/Lingkar.co

“Kalau di kota Semarang yang sudah Universal Health Coverage (UHC BPJS,-red), maka tentu saja (program) itu bisa dimanfaatkan. Tetapi kalaupun terpaksa belum memiliki dukungan itu (BPJS), kita upayakan biaya itu tetap lebih ekonomislah walaupun tetap profesional,” sambungnya.

Salah satu direktur BPJS, dr Lily Kresnowati, MKes menyebut ada lebih dari 50 persen kabupaten/kota di Indonesia yang telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC). Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang tercepat menerapkan UHC BPJS.

“Pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh warganya. Kalau Pemdanya sudah UHC bisa langsung diaktifkan,” katanya.

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah tokoh kesehatan, salah satunya Kepala Dinkes Kota Semarang, dr. M. Abdul Hakam. Ia pun menyatakan dukungan terhadap Klinik Utama PMI Kota Semarang yang menjadikan pelayanan unggulan pada daerah. Sebagai dan

“Nah, ini adalah temen-temen dari PMI membuka klinik utama khusus untuk hematologi onkologi di kasus-kasus kelainan darah dan kanker,” ucapnya.

Ia menilai, sudah semestinya kota-kota besar memiliki klinik yang mampu memberikan pelayanan kasus kelainan darah, terlebih 40 persen pasien kelainan darah di kota Semarang berasal dari luar kota.

“Seharusnya kota-kota besar seperti kota Semarang ini harus memiliki hal tersebut. Sehingga harapannya nanti (pasien) tidak numpuk di rumah sakit,” paparnya.

Pihaknya berharap klinik utama PMI bisa terus berkembang, baik dari sisi kelengkapan peralatan lain yang mendukung maupun sumber daya manusia.

“Harapannya nanti antrian yang di rumah sakit nanti bisa terurai, apalagi layanannya kan juga cukup singkat ya kalau di sini (Klinik Utama PMI),” ungkapnya.

Hakam menambahkan, pihaknya juga mendorong agar PMI tidak hanya bergerak di donor darah, terlebih ada bulan dana PMI yang bisa menjadi salah satu dukungan untuk merealisasikan perkembangan pelayanan di klinik.

“Pastinya klinik utama ini bisa jadi kekhususan tadi, klinik yang khusus kanker dan kelainan darah, klinik ginjal terus klinik apalagi misalnya, kita dorong mas,” ucapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

PMI Kota Semarang Dampingi Pasien Thalasemia

Lingkar.co – Penderita thalasemia memiliki ketergantungan untuk hidup yang berkualitas dengan cara transfusi darah setidaknya 1 bulan sekali. Membantu penderita penyakit yang membutuhkan transfusi darah telah dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang sejak tahun 1995

Hal itu terungkap dari Shofa (21), salah satu penderita thalasemia asal boja, Kendal saat mengikuti diskusi tentang pelayanan hematologi onkologi (kasus kelainan darah), Minggu (17/9/2023).

Dialog tersebut digelar di aula lt.4 gedung UDD PMI Kota Semarang dalam rangka peresmian Klinik Utama dan bertepatan dengan hari lahir PMI ke 78.

Pada kesempatan itu, Shofa yang menderita thalasemia sejak usia 3 tahun ini mengaku rutin melakukan transfusi darah di klinik PMI Kota Semarang lebih dari 10 tahun.

“Sejak tahun 2010 mulai transfusi (nambah) darah di klinik PMI Kota Semarang,” ungkapnya.

Ia melakukan transfusi darah di klinik PMI Kota Semarang secara mandiri dengan nominal sekitar Rp500 ribu untuk sekali transfusi darah. Hal itu karena dirinya tidak bisa melakukan aktivasi BPJS Kesehatan dari pemerintah.

“Pake biaya sendiri, ya sekitar lima ratus ribuan,” jawabnya.

Ketua Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKI) Semarang Koordinator Jawa Tengah, Dr. dr. Eko Adi Pangarsa, Sp.PD, KHOM, dalam paparannya mengaku kasihan terhadap pasien thalasemia karena minimnya akses pengetahuan tentang penyakit tersebut.

Selain itu, juga keterbatasan akses obat dan pengobatan karena tidak semua bisa ditampung oleh rumah sakit. Sehingga perawatan pasien terpaksa dikembalikan kepada keluarga.

“Tidak semua pasien thalasemia ini bisa terakomodir di rumah sakit,” ujarnya.

Ketua PMI Kota Semarang, awal Prasetyo saat mendatangi MoU dengan YKI Semarang di aula lt. 4, gedung UDD PMI Kota Semarang. Foto: Rifqi Hidayat/Lingkar.co

Sementara, Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, THT-KL, MKes mengatakan, klinik utama PMI Kota dipersiapkan dengan spesialisasi hematologi onkologi karena sebagai bagian dari penyaluran hasil mengolah darah agar tidak ada yang terbuang sebab kadaluarsa.

“Klinik Utama PMI Kota Semarang ini memang ditujukan upaya untuk hilirisasi produk darah yang dikoleksi dari kesukarelaan masyarakat kota Semarang sebagai pendonor darah di PMI Kota Semarang,” kata Awal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam menyambut baik hadirnya Klinik Utama PMI Kota Semarang.

“PMI sudah mau mengembangkan sayapnya di klinik utama pasti saya dukung dok,” kata Hakam yang langsung disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Ia yakin PMI bersama BPJS bisa menjaga kualitas dan mutu pelayanan dengan standar keamanan dalam penanganan yang baik. Kendati demikian ia juga mengingatkan pentingnya akreditasi.

“Kalau sebagai klinik utama SIUPnya sudah keluar. Nah, supaya nanti bisa menjadi klinik utama yang melakukan transfusi. Kemudian habis itu bisa kerjasama dengan BPJS ditambah lagi dengan akreditasi,” pesannya.

Usai dialog, Awal Prasetyo dan Eko Adi Pangarsa melakukan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU). Keduanya kemudian bersama para pengurus PMI Kota Semarang beserta staf, relawan dan tamu undangan menuju Markas PMI Kota Semarang untuk meresmikan Klinik Utama. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat